Mourinho: Liverpool Kelewat Sering Kehilangan Momentum

Hasil seri vs Everton merupakan sebuah kerugian besar untuk Liverpool. Itu merupakan pandangan Jose Mourinho. Menurut dia, di dalam konteks perebutan gelar juara Premier League, pencapaian imbang tersebut menunjukkan bahwa pasukan asuh Jurgen Klopp memiliki kelemahan di dalam memanfaatkan momentum.

Dalam banyak pertandingan terbaru di Premier League, The Reds kerap kehilangan poin. Sebelum imbang oleh Everton, raksasa Merseyside itu juga telah ditahan Leicester City, West Ham United, dan Manchester United. Menurut Mourinho, itu hal yang mematikan dalam usaha mereka merebut trofi.

“Pertandingan terakhir aku bersama Manchester United adalah vs Liverpool. Ketika itu, 2 skor kemenangan mereka berasal melalui bola yang membentur bintang kami. Mereka mendapatkan momentum dan menggunakannya dengan bagus. Kini, hal tersebut tak nampak, ” kata Jose Mourinho pada Liverpool Echo.

Manajer asal Portugal itu malah melihat Manchester City, rival utama Liverpool, mampu menggunakan momentum bersama baik. Ini terlihat melalui rentetan hasil positif tipis baru-baru ini.

“Manchester City mendapatkan suspensi yang ragu dengan dan keduanya menang. Pada Bournemouth, keduanya kesulitan, namun (Riyad) Mahrez mencetak goal dengan kaki kannya. Menjadi, meskipun tidak bermain baik, mereka masih menang, ” ucap Jose Mourinho.

“Dari jam terbang saya, amat sulit memenangkan trofi juara saat mulai kehilangan momentum. Tersedia saat-saat kesebelasan menukik serta pada saat inilah sangat vital untuk mendapat kemenangan, ” terang mantan manajer Chelsea tersebut.

Berubah Pikiran, Sekarang Mou Mau Martial Menetap

Berubah Pikiran, Sekarang Mou Mau Martial Menetap

Usai sempat berselisih, sekarang hubungan Jose Mourinho serta Anthony Martial sudah bagus. Mourinho pun sudah merubah pemikiran dan mau Martial menetap di Old Trafford.

Di bulan Juni 2018, lewat sang Agen, bintang berkebangsaan Prancis tersebut mau meninggalkan Manchester United. Waktu itu, mereka berpikir United tidak mau Martial tinggal. Ke 2 belah pihak pun tidak mendapatkan kata sepakat tentang pembaruan kesepakatan kontrak. Kesepakatan kontrak bekas bintang AS Monaco itu berakhir di penghujung kampanye musim besok.

“Saya paham tim (Manchester United) mau supaya ia (Martial) tinggal. Jadi saya harap ia ingin menetap,” kata Mourinho diberitakan melalui BBC.

Performa Martial memang merosot saat Mourinho mengakusisi tampuk kepelatihan. Pada kampanye musim pertama di MU pada kampanye musim 2015/2016, Martial menyarangkan enam belas goal melalui empat puluh sembilan pertandingan. Catatan golnya merosot pada kampanye musim ke 2, saat Mourinho jadi manajer. Melalui 41 pertandingan, dia cuma menyarangkan delapan goal.

Kampanye musim ini, Martial menunjukkan kelasnya menjadi satu dari sekian banyak bintang berkualitas. Itu juga yang menjadikan Mourinho akhirnya memberi peluang buat bintang berumur 22 tahun itu.

“Dia merupakan pesepakbola berkualitas, semua orang paham hal tersebut. Semenjak berada di AS Monaco, semua orang sudah memahami kemampuannya,” ungkapnya.

Mourinho juga mendesak anak buahnya itu untuk senantiasa stabil bertanding bagus. Kemampuan yang dimilikinya, untuk Mourinho tidak bermanfaat apabila dia tidak stabil.

“Pemain berbakat seharusnya bisa main stabil dan menyadari sepakbola lebih luas. Jadi, saat pesepakbola bisa mencapai tingkat itu, bagiku dia merupakan bintang elit. ”

“Karena di samping pesepakbola berbakat, yang lebih utama ialah pesepakbola berpotensi. Jadi, saat ia (Martial) mendekati tingkat itu, tentu saya mau dia menetap,” harapnya.